Nekat Mudik Ke Jateng Siap

Untuk perjalanan dinas luar kota wajib dibekali SIKM dari pejabat setingkat eselon II jika PNS, BUMN/BUMD, TNI-Polri; dari pimpinan perusahaan jika swasta; dari kepala desa/lurah jika pekerja informal dan masyarakat umum. Video yang diunggah oleh @nenk_update ini pun dibanjiri komentar dari para netizen yang merasa simpatik dengan apa yang dialami oleh wanita pengendara motor itu. Ia menilai, ini bukti bahwa pihak berwenang tidak memiliki solusi lain untuk menjalankan kebijakan tersebut.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Ahmad Nur Rizki mengatakan, telah disediakan lima posko penyekatan pemudik diantaranya Posko Rajabasa, Posko Sukarame, Posko Kemiling, dan Posko Panjang. Kendaraan dari luar Provinsi Lampung yang masuk ke Kota Bandar Lampung sejak 14 April 2021 sudah dilakukan pemeriksaan. Sedangkan untuk kendaraan yang mencuri begin mudik sebelum tanggal 6 Mei, mereka harus mematuhi aturan yang diberlakukan pemerintah sesuai dengan Surat Edaran Gugus Tugas COVID-19. “Artinya perjalanan itu harus tetap mengikuti aturan-aturan yang sudah berlaku, seperti pembelian tiket harus ada swab antigen, PCR, GeNose, dan sebagainya,” bebernya. Ia menambahkan, mereka yang diminta putar balik tersebut merupakan pengendara dan penumpang dari 1.510 kendaraan yang diminta putar balik di wilayah perbatasan saat ingin masuk Sumbar.

Mekanisme putar balik yang dilakukan pihak kepolisian, jelas Rudy, sama seperti tahun lalu. Dalam setiap pos penyekatan akan dilakukan pemeriksaan untuk kemudian diputar balik. Selanjutnya di Gerbang Tol Bekasi Barat terdapat 25 kendaraan yang putar balik, yang seluruhnya merupakan kendaraan pribadi.

Pemudik disuruh untuk putar balik

“Kegiatan penyekatan pramudik ini sebagai sosialiasi larangan mudik mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021 sesuai dengan aturan pemerintah,” pungkasnya. Ia menjelaskan, dalam razia tersebut banyak pengendara yang dihentikan oleh petugas, karena tak memiliki izin baik dari dinas, sakit dan kelengkapan dokumen lainnya yang diperbolehkan melintas sesuai aturan dari pemerintah pusat. “Kita harus menekan mobilitas masyarakat demi menghindari penyebaran covid ke daerah,” ujar dia. Tidak hanya penyekatan mudik, setelah 17 Mei 2021 Polri juga tetap menyiagakan personel untuk mengamankan pascamudik. Polri mewaspadai masyarakat yang ingin bertolak ke ibu kota atau daerah lain setelah hari raya Idul Fitri.

“Sama-sama kita mengkoordinasikan terkait arus mudik ini baik yang dari Lampung, Bali atau Jabodetabek. Kalau di pusat berarti dengan Korlantas dan kalau di Jawa Timur dengan Ditlantas,” katanya. “Mereka harus melewati proses screening berlapis dan ketat. Jika sudah berlaku efektif maka tidak ada yang bisa lolos karena semua pintu telah dijaga,” imbuhnya. Istiono mengatakan pihaknya melakukan penyekatan di fifty eight titik jalur darat yang kerap dilintasi pemudik. Puluhan titik penyekatan itu tersebar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Saat itu kendaraan yang mereka tumpangi disuruh kembali dan dilarang meneruskan perjalanan. Berdasarkan informasi, kendaraan yang ditumpangi Silvi yang berangkat dari Bandung menuju Tasikmalaya diberhentikan oleh petugas gabungan di Pos Penyekatan Pemudik Letter U Gentong, Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. “Kami imbau masyarakat agar di rumah saja, Tidak perlu mudik. Sebagai upaya memutus mata rantai penularan Covid-19,” pungkasnya. Sementara itu Kabbagops Polres Magelang, Kompol Maryadi menyebutkan hasil penyekatan hari pertama, ada 12 pemudik yang diputar balikkan, semuanya berasal dari Jawa Timur. “Untuk jalan kecil atau jalur-jalur tikus, kami mengedepankan PPKM Mikro. Jika ada pemudik yang lolos akan diisolasi mandiri dan diuji swab. Ada Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa di desa,” kata Kapolres.